Pelantikan Paskibra Gabungan SMPN.157 Dan SMP. PGRI 30 Penuh Tangis Haru

Jakarta, Smolnews.com- Usai menerima. Pengarahan dari kakak pembina Paskibra Anton, para siswa dari dua sekolah yang berbeda yakni SMPN. 157 dan SMP PGRI 30, para siswa lakukan sholat bersama kemudian santap malam di pelataran sekolah SMPN.157 Jakarta-Timur, Sabtu, (11/01/2020).

Saat di temui di ruang kelas bersama rekan kakak pembina lainnya, Samsul mengatakan bahwa siswa yang ikut pada pelantikan Paskibra sebanyak 70 orang siswa dari 2 sekolah.

“Paskibra tahun ini sebanyak 70 siswa dari dua sekolah yang berbeda yakni, SMPN.157 sebagai tuan rumah dan SMP PGRI 30.”Ucap Samsul yang juga wakil bidang sarana dan prasarana di SMPN. 157.

“Tahun-tahun lalu masih ada beberapa sekolah yang menggabungkan diri di setiap pelantikan kini mereka mandiri dan melakukannya kegiatan semacam ini di sekolah masing masing.”tuturnya

Menurut orang tua siswa yang hadir di acara pelantikan sore hari ini berharap, pelantikan Paskibra bersama ini di harapkan dapat memberikan motivasi siswa agar lebih mengenal satu dengan yang lainnya serta mempererat tali silaturahmi antara sekolah yang satu dengan sekolah lainnya serta menghindari per kelahian antar sekolah (tawuran).

Pada acara pelantikan Paskibra di SMPN.157, panitia pelaksana menghadirkan tiga Narasumber dimana mereka adalah para Senior Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) yang pernah masuk seleksi tingkat nasional yakni, Susilawati, Fahri dan Rusyadi semasa duduk di bangku SMA dulu. Ketiganya hadir memberikan motivasi kepada siswa agar lebih giat lagi terhadap eksekul paskibra ( Pasukan Pengibar Bendera) yang di pilihnya, serta menjaga nama baik sekolah.

“Kita selalu memberikan masukan yang positif, agar menjauh dari tindakan yang negatif baik di sekolah mau pun di luar sekolah. Dan kita berharap siswa akan ingat ajaran para kakak pembinanya juga lencana yang di perolehnya tidak mudah, memerlukan pengorbanan untuk mendapatkannya, mereka akan selalu mengingat janji saat mereka dilantik. Sampai saat ini para alumni menjaga itu semua.”Ucap Fahri dengan tegas di hadapan 70 siswa.

Menurut Fitri salah satu orang tua murid yang hadir saat pelantikan anaknya di SMPN.157, mengatakan bahwa
“Memang betul apa yang di sampaikan Kakak Samsul. Motivasi yang di berikan oleh para kakak-kakak pembina Paskibra. Anak saya pun termotivasi ke arah yang positif di setiap tindakannya. Saya tidak pernah memaksakan anak untuk ikut Paskibra, anak saya sendiri yang mau ikut dan saya sebagai orang tua hanya memberikan support saja.”Ucap Fitri yang juga Komite sekolah sambil tersenyum bangga.

Selain itu fitri juga mengatakan bahwa, bahwa setelah mengikuti kegiatan Paskibra, anak lebih disiplin dalam belajar, lebih tanggap dan cekatan di dalam keluarga. “Kayaknya anak termotivasi atas apa yang di ajarkan oleh kakak pembinanya dan di bawa di dalam kehidupan sehari-harinya. Jadi kita sebagai orang tua bangga atas perubahan pada anak saya yang tadinya malas bangun pagi dan belajar kini berubah.” Tambah ibu 3 anak ini dengan bangga.

Pelantikan Paskibra yang dilaksanakan selama 2 hari di SMPN. 157 ini berlangsung penuh canda, tawa tiba-tiba suasa berubah pecah, hening dan terdengar cekcok adu mulut antara kakak pempina Anton dari SMPN. 157 dan Iyul Khaidir SMP. PGRI 30. Adu mulut yang sudah di rancang itu semakin bertambah haru teriakan dan tangisan siswa yang yang mengikuti pelantikan di ruang sekolah, saat kak Anton meminta agar Siswa PGRI untuk tidak bisa lagi ikut pada acara pelantikan dan di harapkan pulang malam Ini juga. Begitu juga dengan Khaidir yang berniat membawa pulang semua siswa PGRI 30.

Suasana hening dan dan Tangis berjalan cukup lama. Saat idak tangis masih mengurai, tiba-tiba anton beteriak “Prenggg… Hahahaaa.. Kalian semua terkena prenggg.”Teriak Anton sambil tertawa.

Tangisan pun terhenti para pembina kagum atas sikap para siswa yang tidak mementingkan diri sendiri dan siap mengikuti aturan yang di buat dan serta siap memberikan yang terbaik dan berjanji tidak akan membuat malu nama sekolah mereka janji siswa.

Akhirnya mereka pun tertawa lepas sambil berpelukan bahwa mereka terkena Preng, yakni acara yang memang sudah di kemas sebelum mereka menerima dan siap mengikuti pelantikan dan menerima lencana Paskibra.

“Hal semacam ini sengaja di buat untuk melihat dan menempa mental para siswa-siswi paskibra apabila nantinya mereka berbaur dgn masyarakat luas. Kesiapan mental mereka harus kita persiapkan dari sekarang,”ucap Susi tamu undang Khusus yang juga finalis Paskibraka tingkat nasional tahun 1987, saat memberikan motivasi pada para siswa. (SL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *