Uni Papua Menyabet CECT Sustainability Award 2019

JAKARTA, Uni Papua Football Community, organisasi sepakbola sosial di Indonesia yang memiliki slogan “sustainable social change development through football,” pada Kamis (7/11) di Ayana Midplaza Ballroom, Jakarta, menerima penghargaan dari Center for Entrepreneurship, Change, and Third Sector (CECT) Universitas Trisakti dalam kategori Best Social Enterprise bidang olahraga.

Penghargaan ini adalah penghargaan pertama yang diterima oleh Uni Papua dari instansi di dalam negeri sejak berdiri. Selama ini berbagai penghargaan yang diterima Uni Papua berasal dari organisasi di luar negeri. Misalnya, pada 2014 Uni Papua menerima Creative Sports Award dari Prime MinisterUni Emirate Arab Prime Minister (Mohammed bin Rasheed Al – Maktoum), serta Sports For Peace Awards 2nd Candidate (Prince Albert Foundation Monaco). Lalu pada 2015, Uni Papua menerima Global Family Awards (Helsinki – Finland) dan 2017 menerima FIFA Diversity Awards 3rd Place.

Menurut Harry Widjaja, CEO Uni Papua, penghargaan ini adalah suatu apresiasi terhadap kerja-kerja Uni Papua yang selama ini dilakukan. “Kita percaya organisasi sepak bola sosial seperti Uni Papua ini ternyata bisa eksis dan berkembang di Indonesia. Harapan saya dengan penghargaan ini akan memudahkan Uni Papua untuk mendapatkan mitra-mitra pendukung untuk mengembangkan Uni Papua untuk berdampak lebih besar lagi.” Ucap Harry.

CECT Award sendiri diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan-perusahaan (Award for Companies) dan kewirausahaan sosial (Social Enterprise) yang mempunyai kinerja berjangka panjang (sustainability) dan CSR yang holistik. Dasar penilaiannya berdasarkan SDGs (Sustainable Development Goals) dan ISO 2600, yakni standar panduan pengelolaan CSR dan Sustainability. CECT Sustainability Award 2019 diikuti oleh total 57 peserta, yang terdiri dari 47 Companies dan 35 Social Enterprise. Dari 57 peserta, telah terpilih 32 pemenang untuk kategori Companies dan 7 pemenang untuk kategori Social Enterprise.

Uni Papua berdiri pada 2013 dan fokus pada pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai kemanusiaan, dan revolusi mental untuk perubahan sosial yang berkesinambungan melalui sepakbola.

Mimpi Uni Papua adalah agar semua anak, keluarga dan masyarakat bisa menggunakan sepakbola sebagai sarana untuk perkembangan sosial berkelanjutan.

Uni Papua juga menginisiasi ajang Football For Peace bersama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk melaksanakan kegiatan kampanye perdamaian melalui sepakbola yang dilaksanakan dengan sistem festival 7 a side dan dimainkan di lapangan sepakbola.

“Semoga Penghargaan ini memberikan energi positif lebih banyak untuk membina anak-anak Indonesia dan menebar nilai-nilai kemanusiaan melalui sepak bola,”Ucap Harry Widjaja lagi.(Usi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *